Breaking News
recent

Seorang Insinyur di LA Ciptakan Pengering Bra

sekedar tahu saja

Seorang insinyur Los Angeles menciptakan pengering Bra 2.0, yang berbentuk payudara dengan menggunakan sinar inframerah untuk menyerap kelembaban.

Pengering Bra ini dinilai bisa menyelamatkan perempuan dari kerusakan bra dan mencegah penyakit pada payudara akibat bra yang kurang kering.

Alat pengering bra ini bisa membantu Anda mengeringkan bra hanya dalam 20 sampai 30 menit dengan menggunakan cahaya inframerah. Karena alat ini berbentuk bra, sehingga alat ini tidak akan merusak struktur bra.

Alat yang diciptakan oleh insinyur Alexander Farennikov ini, terlihat lebih seperti seni modern daripada mesin berteknologi tinggi untuk pengeringan, Karena bentuknya yang seksi, pengering bra ini dapat membuat seseorang untuk ingin memakainya, dan metode pengeringan tanpa pengendalian yang rumit juga ditambah dengan renda yang aman.

"Ide ini sebenarnya berasal dari seorang teman wanita yang bertanya mengapa sulit megeringkan bra," kata insinyur Alexander Farennikov, seperti dilansir Nydailynews, Sabtu (30/3/2013).

"Dia bilang itu selalu merepotkan dan sebuah pengering konvensional terlalu kasar untuk bra yang paling halus, dan untuk mengeringkannya butuh waktu yang lama," ucap Farennikov.

Sebelumnya Farennikov telah menciptakan bra dengan mesin pengering di tahun 2009. Namun Farennikov beranggapan kalau Bra 2.0 Dryer kali ini adalah update desain dari 2009. Saat ini alat tersebut telah didesain ulang juga agar wanita bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah dan bisa digunakan pada ukuran payudara yang berbeda

Untuk menggunakannya, Farennikov menggantungkan bra atas cetakan sesuai ukuran dan jumlah padding, dan pengering secara otomatis akan menentukan suhu yang sesuai dengan tingkat kelembapannya dan berapa banyak aliran udara yang dibutuhkan. Ini akan memakan waktu antara 20 dan 30 menit untuk kering.

Rencananya pengering bra ini akan dijual tahun 2014 dengan harga 150 hingga 200 dolar US atau sekitar 1 hingga 2 juta Rupiah.

Sumber
STS

STS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.